Saturday, 6 September 2014
Khayalan yang terus membunuh dirinya
Hal ini seperti baru saja terjadi kemarin. Hal yang membuat banyak gosip dimana-mana. Dimana masing-masing orang berpihak pada pikiran yang mereka kehendaki. Ini tentang kamu. Banyak mata yang melihat tingkah laku manismu di sampingku. Mata mereka seperti jadi saksi bahwa kamu mencintaiku. Tapi entah mengapa mata kamu menyiratkan sesuatu yang tidak tulus. Bukanka kamu tahu?cinta itu tulus. Cinta itu sifat tuhan. Lalu,mengapa kamu mempermainkannya seperti ini?membuat korban yang merasakannya berfikiran bahwa cinta itu sakit. Padahal cinta itu murni seperti air. Hampir tiap hari,kudengar sorakan yang membuat tingkah lakumu itu manis dipandang oleh mereka, yang sama sekali tidak paham. Mereka yang tampak manis saat melihat,namun dibelakang mereka memperbusuk buah yang mereka dapatkan. Ini bukan sekedar goresan pena yang kubuat agar kamu mengerti. Membuat goresan pena seperti ini dapat membuat hatiku merasa lega telah menuliskannya di dalam buku ini. Goresan ini juga bercerita tentang sesuatu yang mungkin kamu tidak mengerti,dan tidak akan mengerti sebelum kumemberitahumu. aku merindukanmu,dengan goresan pena yang memenuhi memo handphoneku dan khayalan yang terus membunuh dirinya sendiri.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment